Telat
datang bulan tidak bisa dijadikan patokan pasti apakah Anda hamil atau tidak.
Ada beberapa tanda-tanda lain yang biasa terjadi pada wanita hamil. Sayangnya
banyak wanita belum begitu paham perbedaan antara tanda-tanda kehamilan dengan
tanda-tanda yang sering muncul ketika akan mengalami menstruasi.
Ketidaktahuan ini dapat membahayakan kehamilan karena wanita seringkali tidak menjaga diri karena mengira ia hanya akan mendapat menstruasi, bukannya ia hamil. Kadang keguguran atau miscarriage terjadi karena ketidaktahuan ini. Banyak wanita yang berpikir pregnancy symptoms sebagai tanda akan menstruasi akibatnya mereka tidak menghindari kebiasaan yang berbahaya bagi kehamilan seperti mengkonsumsi alkohol dan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kehamilan, memakai sepatu hak tinggi, melakukan olah raga berat, dan lain sebagainya.
Ketidaktahuan ini dapat membahayakan kehamilan karena wanita seringkali tidak menjaga diri karena mengira ia hanya akan mendapat menstruasi, bukannya ia hamil. Kadang keguguran atau miscarriage terjadi karena ketidaktahuan ini. Banyak wanita yang berpikir pregnancy symptoms sebagai tanda akan menstruasi akibatnya mereka tidak menghindari kebiasaan yang berbahaya bagi kehamilan seperti mengkonsumsi alkohol dan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kehamilan, memakai sepatu hak tinggi, melakukan olah raga berat, dan lain sebagainya.
Akibat
bagi ketidaktahuan kehamilan yang terjadi bisa jadi sangat fatal apalagi bagi
wanita yang sudah sangat menginginkan kehadiran buah hati. Jika pun tidak,
keguguran akan berdampak negatif bagi kesehatan wanita. Untuk itu, kenali dulu
tanda-tanda kehamilan dan bedakan dengan tanda-tanda menstruasi. Berikut adalah
tanda-tanda kehamilan yang lazim dialami oleh banyak wanita yang hamil.
Ada Bercak Darah yang Keluar dari Vagina
Kemunculan
bercak darah dari vagina bisa jadi tanda-tanda kehamilan. Bercak darah muncul
akibat adanya penempelan embrio pada dinding rahim. Penempelan itu sendiri
terjadi delapan sampai sepuluh hari setelah ovulasi. Sayangnya, banyak wanita
yang belum bisa membedakan bercak darah kehamilan dengan menstruasi. Banyak yang
masih menganggap bahwa bercak darah tersebut adalah menstruasi yang tidak
lancar. Ketidaktahuan ini juga sangat berbahaya bagi kondisi kehamilan sehingga
Anda harus tahu tanda-tanda lainnya.
Setelah
kemunculan bercak darah, biasanya terjadi kram perut. Banyak wanita yang juga
mengalami kram perut saat menstruasi. Perbedaannya adalah kram perut pada masa
kehamilan terjadi secara teratur sampai kehamilan memasuki trisemester kedua,
yaitu saat uterus telah berada di tengah dan disangga oleh panggul. Pada menstruasi,
kram perut tidak teratur dan biasanya hanya terjadi selama beberapa jam atau
hari di awal menstruasi. Perbedaan ini penting untuk dipahami agar Anda tidak
salah menyimpulkan menstruasi sebagai kehamilan atau sebaliknya.
Perubahan Payudara
Payudara
akan membesar jika terjadi kehamilan karena ada peningkatan produksi hormon
esterogen dan progesteron. Saraf-saraf di payudara akan semakin sensitif
terhadap sentuhan. Sedikit sentuhan saja akan membuatnya terasa sakit dan
nyeri. Tanda ini juga dialami oleh beberapa wanita pada saat menstruasi.
Perbedaaannya adalah pada kehamilan, puting susu membesar, cenderung berwarna
lebih gelap, dan disertai rasa gatal. Perubahan pada kehamilan terjadi secara
lebih kentara karena sistem tubuh menyiapkan payudara untuk menyambut kelahiran
bayi. Setelah bayi lahir, si ibu harus memberikan air susunya karena itu
terjadi aktivitas produksi HPL (Human Placental Lactogen) dan payudara
membesar. Pembesaran ini membuat pembuluh vena di daerah payudara semakin
terlihat. Hal inilah yang tidak terjadi pada periode menstruasi.
Mual dan Muntah
Sebagian
besar wanita hamil mengalami mual dan muntah. Jumlah wanita hamil yang
mengalami tanda-tanda ini hampir 50%. Mual dan muntah ini disebabkan oleh
perubahan produksi hormon secara mendadak dalam jumlah besar, yaitu hormon HCG
(Human chorionic Gonadotrophin) pada darah dan saluran air kencing.
Peningkatan hormon ini menyebabkan rasa sakit pada lapisan perut yang berakibat
pada rasa mual dan ingin muntah. Peningkatan hormon ini adalah tanda-tanda
kehamilan yang cukup akurat sehingga sering dijadikan sebagai tes. Karena tidak
hanya terjadi di dalam aliran darah tapi juga di saluran air kencing, tes lebih
sering dilakukan melalui air kencing karena tidak perlu melukai tubuh untuk
pengambilan darah. Tes ini sering dilakukan menggunakan test pack
kehamilan.
Mual
dan muntah dialami oleh wanita hamil normalnya sampai pada trisemester kedua.
Jika setelah itu masih terjadi, bisa jadi ada masalah dengan kehamilan sehingga
pemeriksaan ke dokter wajib dilakukan. Mual dan muntah pada wanita hamil ini
juga lazim disebut morning sickness karena sering terjadi pada pagi hari
meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada siang, sore, dan malam hari.
Bahkan aroma tertentu dapat memicu rasa mual pada wanita hamil karena mereka
menjadi lebih sensitif.
Sakit Kepala dan Rasa Kantuk Berlebih
Sakit
kepala atau pusing sering terjadi pada ibu hamil karena sebab fisik dan mental.
Fisik ibu hamil sering lemah karena sering mual dan muntah, tekanan darah
rendah, dan lapar. Faktor mental terjadi karena stres dan depresi atau
ketakutan berlebih yang muncul dalam menghadapi kehamilan, terutama pada wanita
yang baru pertama kali hamil. Sedangkan rasa kantuk terjadi karena sebab
perubahan hormon. Fisik wanita hamil juga akan cepat lelah karena kinerja organ
tubuh semakin berat. Wanita hamil tidak lagi hanya menanggung kebutuhan satu
orang tapi juga janin yang ada di dalam tubuh.
Sering Buang Air Kecil dan Sembelit
Pada
saat hamil, rahim menekan kantung kemih sehingga sering muncul keinginan untuk
buang air kecil. Peredaran darah di kantung kemih terpengaruhi oleh ruang yang
semakin menyempit akibat membesarnya rahim. Namun, meski sering buang air
kecil, mengurangi konsumsi air pada saat kehamilan sangat dilarang. Pada saat
hamil, wanita tidak boleh dehidrasi karena akan sangat berbahaya bagi kesehatan
kehamilan.
Meski
kehamilan membuat sering buang air kecil, anehnya dalam buang air besar justru
semakin sulit. Hormon progesteron menyebabkan sembelit sering terjadi karena
otot-otot usus mengendur seiring mengendurnya otot rahim. Keuntungan kondisi
ini adalah kemungkinan penyerapan nutrisi di dalam tubuh semakin besar sehingga
ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan sehat secara lebih proporsional.
Selain
itu, ibu hamil suhu tubuhnya akan selalu lebih tinggi daripada kondisi saat ia
belum hamil. Hal ini bermanfaat bagi si bayi di dalam kandungan. Tanda-tanda
inilah yang lazim dialami oleh ibu-ibu hamil. Namun, tanda-tanda ini tidak
bersifat mutlak. Artinya tanda-tanda ini terjadi berdasarkan pengalaman
personal ibu-ibu hamil. Untuk mengetahui kehamilan secara akurat, diperlukan
adanya tes lebih jauh.

0 komentar:
Posting Komentar