Setiap orang yang menikah pasti
menginginkan hadirnya anak sebagai penerus keturunan. Di masa kehamilan
tentunya yang wajib dilakukan suami istri adalah mengetahui proses kehamilan. Seperti yang sudah
diketahui, pasangan suami istri harus melakukan hubungan seksual agar istri
bisa hamil. Namun, setelah itu ada rangkaian proses lanjutan menuju kehamilan.
Sebab, berhubungan intim tanpa alat pengaman pun belum jaminan istri langsung mengandung. Beberapa pasutri bahwa
menunggu beberapa bulan atau tahun sebelum masa kehamilan yang
diidamkan muncul. Bagaimana proses terjadinya kehamilan tersebut? Simak ulasan
dan pembahasan dari kami.
Proses Kehamilan dari Awal Pembuahan
Proses kehamilan diawali dari sel sperma
yang masuk ke rahim wanita melalui hubungan intim. Dalam satu kali ejakulasi,
pria dapat mengeluarkan jutaan sel sperma. Hanya diperlukan satu sel saja untuk
membuahi sel telur. Sel-sel sperma tadi berlomba untuk membuahi rahim. Tentunya
pertemuan sel sperma harus bersamaan dengan suburnya sel telur agar kedua sel
ini bisa cocok saat bertemu. Pada masa kedua sel tersebut
dalam kondisi sama-sama subur dan matang, maka peluang kehamilan akan semakin
besar. Sebab, sel sperma dan sel telur yang matang dan subur serta bertemu
secara bersamaan akan menyebabkan terjadinya pembuahan yang optimal.
Masa Kehamilan dan Perkembangan Janin
Saat sel telur berhasil dibuahi sel
sperma, bagian luar sel telur akan mengeras. Sel telur inipun tidak luruh menjadi darah haid sehingga wanita
berhenti mengalami haid selama masa kehamilan. Selang
beberapa minggu setelah dibuahi, sel telur menempel di endomitrium. Kemudian,
sel telur tersebut membentuk plasenta. Plasenta bertujuan sebagai tempat
penyaluran makanan dari ibu hamil kepada janin selama proses kehamilan.
Pada umumnya
masa kehamilan akan berlangsung selama 9 bulan 10 hari,
tetapi dalam situasi tertentu janin bisa lahir prematur.

0 komentar:
Posting Komentar