![]() |
| Tips Mencegah Terjadinya Keguguran Saat Hamil (foto: vemale.com) |
Pada
umumnya, risiko terjadinya keguguran tertinggi (98%) terjadinya pada saat 13
minggu pertama sejak hamil. Dan risiko tersebut akan berkurang pada usia
kehamilan lebih dari 3 bulan.
Faktor
penyebab keguguran antara lain adalah:
·
Kelainan
Sistem Hormonal (terlalu tingginya hormon prolaktin, ataupun terlalu rendahnya hormon
progesteron)
·
Kelainan
gen atau kromosom (kromosom sel sperma tidak sesuai dengan sel telur)
·
Kelainan
pada rahim (seperti miom, yaitu tumor jaringan otot)
·
Rahim
yang terlalu lemah
·
Infeksi
Kandungan (biasanya disebabkan virus)
·
Penggumpalan
darah (blood clotting)
·
Pembukaan
leher rahim yang terlalu dini
·
Faktor
imunitas
·
Faktor
usia yang terlalu tua (diatas 35 tahun)
·
Obesitas
·
Paparan
radiasi
·
Stres
·
Gaya
hidup tidak sehat (sering merokok dan minum minuman berakohol)
·
Menderita
penyakit jantung, diabetes, dan ginjal, gangguan kelenjar tiroid
Timbulnya keguguran pada saat kehamilan ini dapat dikenali dari gejala-gejala yang ada, diantaranya rasa nyeri di bagian bawah perut, keluar flek darah, keluar cairan kecoklatan dari vagina, serta tidak adanya denyut jantung bayi (diketahui dari pemeriksaan ultrasound scan dan USG).
Tips Mencegah Terjadinya Keguguran
Meskipun
kita tidak dapat mengubah takdir, namun setidaknya kita harus berupaya secara
maksimal untuk mencegah terjadinya keguguran. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan
untuk mencegah keguguran, seperti:
·
Perbanyak konsumsi asam folat
Asam folat (vitamin B12) merupakan
kandungan yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan janin. Beberapa fungsi
dari asam folat antara lain adalah pembentukan eritrosit (berperan sebagai perkembangan
otak dan sumsum tulang belakang ada janin), menyehatkan jantung, metabolisme
asam amino, sintesis DNA, pembentukan leukosit, mencegah kanker, mencegah
kelahiran bayi prematu, mencegah pertumbuhan buruk di dalam rahim, serta perbaikan
dan pemeliharan sel tubuh.
Studi membuktikan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat 400 mikrogram (0,4 miligram) setiap harinya, akan mencegah risiko terjadinya cacat tabung syaraf pada bayi yang dikandung. Apabila kekurangan asam folat maka dapat mengakibatkan kerusakan otak, kelumpuhan, dan rentan keguguran.
Adapun jenis makanan yang di
dalamnya mengandung asam folat antara lain adalah sayuran hijau (seperti sawi,
kangkung, brokoli), buah-buahan (pisang, tomat, stroberi, jeruk, alpukat),
kacang-kacangan, sereal, ragi, jamur, telur, dan susu.
·
Tingkatkan konsumsi makanan yang ada
kandungan zat besi
Mengonsumsi makanan yang mengandung
zat besi juga dianjurkan untuk ibu hamil. Zat besi berfungsi untuk mencegah
anemia pada ibu hamil, mencegah terjadinya prematur pada bayi, meningkatkan sistem
kekebalan tubuh, mengikat oksigen dari organ paru-paru dalam bentuk protein
hemoglobin, serta membantu laju pertumbuhan sel-sel tubuh.
Jenis makanan yang kaya akan zat
besi antara lain adalah telur, kacang-kacangan, bayam, susu, selada, kedelai.
Meskipun zat besi sangan dianjurkan
untuk tubuh, namun pengonsumsian suplemen zat besi secara berlebihan dapat
mengakibatkan gangguan hati dan jantung.
· Menjaga keseimbangan psikologis
Sebaiknya wanita yang sedang hamil
berusaha menghindari stres dan gangguan psikologi. Stres berlebihan dapat
mempengaruhi kondisi janin di dalam rahim, dimana memungkinkan bayi terlahir
dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (cacat).
·
Hindari mengonsumsi obat-obatan
berlebihan
Terkadang wanita hamil cenderung
mengonsumsi obat-obatan guna menghilangkan rasa mual. Namun tahukan anda,
pengonsumsian obat-obatan secara berlebihan pada wanita hamil dapat menyebabkan
anomali pada janin, seperti cacat fisik dan kelainan jantung.
·
Hindari mengonsumsi rokok dan
minuman berakohol
Rokok mengandung zat-zat radikal
bebas, salah satunya adalah karbon monoksida pada asap rokok. Zat ini dapat
menghambat aliran oksigen dan nutrisi ke dalam kandungan. Selain itu, nikotin
akan meningkatkan denyut jantung dan
memperlambat nafas bayi.
Pengonsumsian alkohol juga
memberikan efek buruk bagi janin. Alkohol akan dibawa oleh darah mengalir
menuju ke plasenta, sehingga dapat menganggu perkembangan sel-sel tubuh bayi di
dalam kandungan.
·
Batasi mengonsumsi kafein
Kafein merupakan zat yang mempunyai
efek stimulan dan diuretik, yaitu memicu dehidrasi, meningkatkan denyut
jantung, dan meningkatkan tekanan darah.
Pada wanita hamil, kafein yang
dikonsumsi akan dibawa darah menuju plasenta. Namun di dalam plasenta, kafein
tidak dapat dimetabolisme secara sempurna sehingga efek kafein akan bertahan
lama di dalam tubuh. Para ahli menyampaikan bahwa wanita hamil sebaiknya
membatasi asupan kafein menjadi kurang dari 200 mg sehari.
Penelitian menunjukan bahwa wanita
hamil yang mengonsumsi kafein mempunyai 2 kali lipat risiko keguguran daripada
wanita yang tidak mengonsumsi kafein. Penelitian di Denmark menyebutkan
konsumsi kafein 8 cangkir sehari dapat meningkatkan risiko bayi mati setelah
dilahirkan hingga 2 kali lipat. Sedangkan studi lain menunjukan bahwa konsumsi
kafein menyebabkan penurunan berat badan pada bayi.
***
Demikian tips untuk mencegah
keguguran pada wanita hamil. Semoga bermanfaat.(*)


0 komentar:
Posting Komentar